Minggu, 22 Maret 2009

Akibat Negatif Chating

Karya : Syekh Nabil `awadhi

Dikisahkan seorang pemuda saleh, Sidiq menikah dengan seorang wanita solehah, Anisah. Mereka berdua berasal dari keluarga agamis, terpandang dan mulia. Kedua belah pihak merasa sangat berbahagia dan bersyukur kepada Allah SWt. karena telah dikaruniai pasangan yang sesuai dan cocok dengan hati. Hari-hari yang mereka jalani penuh dengan keceriaan dan kemesraan. Sidiq kesehariannya bekerja diluar rumah. Ia berangkat pada pagi hari dan pulang pada sore hari. Anisah tinggal dirumah sendirian. Untuk menghibur hati sang istri dan teman dikala kesepian Sidiq membelikan Anisah komputer. Komputer tersebut diletakkan didalam kamar dan disambungkan padanya internet. Awalnya Anisah tidak tahu apa-apa tentang komputer. Sidiqlah yang mengajarkan cara penggunaan komputer. Hingga pada akhirnya Anisah sudah biasa menggunakan komputer sendiri dengan baik.
Sehabis menyelesaikan pekerjaan rumah, Anisah memanfaatkan waktunya didepan komputer, mengakses berita dan mengikuti perkembangan dunia Islam. Waktu pun terus berjalan dan kehidupan mereka tetap harmonis dan tentram. Sehingga sampai pada suatu hari, Anisah masuk ruang chating dan disanalah ia mulai berkenalan dengan banyak orang. Awalnya hanya tanya jawab tentang nama, tempat tinggal, sehingga karena sudah keasyikan pembicaraan menjadi panjang dan lebar. Telah banyak teman dan kenalan Anisah di ruang chating. Dan setiap hari sehabis pekerjaan rumah, Anisah lebih banyak menghabiskan waktunya untuk chating.
Hingga pada suatu ketika, Anisah berkenalan dengan seorang pemuda di ruang chating, namanya Fatih. Chating mereka lakukan dengan menggunakan kamera. Sehingga diantara mereka saling melihat. Awalnya pembicaran mereka hanya berkisar tanya nama, tempat tinggal dan lainnya. Namun chating ini terus berlangsung setiap hari. Sehingga timbullah rasa suka dihati Fatih pada Anisah. Ia mulai bermanis kata dan merayu. Fatih mulai berkata-kata yang membuat tersentuh hati Anisah. Setan pun tak tinggal diam. Membisikkan kedalam hati Anisah hal-hal yang tidak baik. Anisah berusaha untuk menolak dan melawannya. Namun karena mereka chating setiap hari, dengan saling melihat, akhirnya sedikit demi sedikit timbullah dihati Anisah perasaan suka pada Fatih. Sebenarnya Fatih menyukai Anisah hanya karena kecantikan wajahnya saja, rasa suka yang berlandaskan pada hasrat nafsu. Dan akhirnya Anisah juga terpedaya dengan kata-kata dan ketampanan Fatih yang menjadi teman chatingnya setiap hari tersebut.
Chating itupun terus berlangsung. Dan Sidiq tidak menaruh curiga pada Anisah. Karena ia sangat percaya pada Anisah. Dan Anisah pun sangat pandai menyimpan rahasia. Namun sesuatu yang busuk bagaimanapun pintar menyimpan akan ketahuan juga baunya. Akhirnya Sidiq mulai curiga dengan gelagat Anisah, sehingga setelah ia selidiki akhirnya ia mengetahui bahwa Anisah telah menjalin hubungan gelap dengan seorang pemuda di ruang chating. Fatih sangat marah dan akhirnya ia menjual komputer tersebut. Dan memperingatkan Anisah untuk segera bertobat pada Allah Swt. dan meninggalkan pemuda tersebut. Anisah pun mengakui kesalahannya.
Namun, karena hati telah diberikan pada syetan dan hawa nafsu selama ini, Anisah merasa masih sulit menghilangkan bayangan Fatih dari pikirannya. Hatinya telah terpaut pada Fatih. Sehingga tanpa diketahui oleh Sidiq, Anisah menghubungi Fatih lewat telpon. Ia menceritakan apa yang terjadi dengan dirinya pada Fatih dan tentang perasaannya pada Fatih. Rupanya Fatih telah berhasil menjaring mangsanya. Iapun memanfaatkan kesempatan tersebut, ia mulai merayu dan menggombal. Ia berkata,"Kalau kamu menyukai dan mencintai saya, tinggalkanlah suamimu! Minta cerailah darinya! Saya akan datang untuk melamarmu dan kamu akan hidup tentram dan bahagia dengan saya.”
Anisah yang telah goyah dan lemah imannya ini mulai terpedaya dengan bujuk rayu dan janji-janji Fatih. Ia telah dipengaruhi oleh syetan dan nafsu, ia lebih memilih Fatih dari pada suaminya. Anisah tidak sadar bahwa syetan dan nafsu sedang menipunya dan ingin menghancurkan dirinya dan kehidupan rumah tangganya.
Akhirnya, Anisah minta cerai pada Sidiq. Dan terjadilah perceraian yang tidak diharapkan tersebut. Anisah pulang kerumah orang tuanya. Keluarganya sangat menyesalkan perceraian tersebut. Dan mulailah Anisah berhubungan dengan Fatih. Fatih sering datang kerumah Anisah dan terkadang mengajaknya keluar rumah, dengan mobil mewah yang dimiliki Fatih.
Hari dan minggu terus berganti, namun Fatih belum juga melamar Anisah. Mereka masih menjalani pacaran. Sampai pada suatu malam, Fatih mengajak Anisah menginap di sebuah hotel dan pada malam itu terjadilah perselingkuhan, terjadilah hubungan yang diharamkan oleh Allah Swt., mereka berzina. Mereka telah dikuasai oleh hasrat nafsu dan syetan.
Hari dan bulan terus berganti, tapi Fatih belum juga datang untuk melamar Anisah. Anisah sangat gelisah dan tidak bisa tenang, ia selalu diberi janji yang tak pasti. Dan sampai pada suatu hari Fatih berkata pada Anisah," Wahai wanita yang hina, apakah engkau mengira aku akan menikah dengan wanita seperti dirimu, tidak akan pernah! Aku tidak akan mau menikah dengan wanita murahan seperti dirimu. Engkau tidak lagi berharga, engkau adalah wanita kotor dan hina, engkau tidak layak menikah dengan pemuda terpandang seperti diriku. Aku yakin, kalau sekali sudah berkhianat, kelak engkau berkhianat lagi. Kalaupun engkau kunikahi, kelak bila engkau bertemu pemuda yang lebih ganteng dan lebih kaya dariku pasti engkau akan meninggalkan diriku, sebagaimana engkau telah meninggalkan suami mu yang baik-baik itu. Dan aku tidak mau hal itu terjadi pada diriku, sekarang pergi engkau dari sisiku! Jangan temui aku lagi, aku tidak mau lagi melihat mukamu, aku sudah muak dengan dirimu."
Anisah pun berlalu pergi dengan membawa luka mendalam di hatinya. Hidupnya telah hancur. Masa depannya telah gelap. Ia telah salah selama ini menilai. Ia telah tertipu dan terpedaya. Penyesalan tidak ada lagi gunanya. Kembali pada suami yang pertama, tak akan mungkin suaminya mau menerima dengan keadaan dirinya saat ini, kembali pada keluarganya, ia merasa malu, ia tidak tahu harus melangkah kemana dan mengadu pada siapa. Hanya kepada Allah Swt. Mengadukan segala kelukaan dan kesalahan yang dilakukan selama ini. Anisah telah menyadari kekeliruannya dan sangat menyesal atas apa yang telah ia lakukan. Tapi, semuanya sudah terlambat.
* * *
Kisah diatas telah memberi kita pelajaran berharga, pelajaran yang sangat berguna dalam kehidupan kita. Bagaimanapun baik dan solehnya seseorang namun ia tidak akan bisa selamat dan bisa memelihara dirinya jikalau ia sendiri telah memberikan dirinya untuk di belenggu syetan dan hawa nafsu. Kisah diatas hanya satu dari puluhan dan bahkan lebih, dari kisah-kisah yang pernah terjadi. Betapa sering hubungan rumah tangga retak dan pecah karena tidak terkontrolnya dan terjaganya interaksi dengan lawan jenis.
Semoga menjadi bahan renungan dan pelajaran bagi kita semua, insya Allah.

Kamis, 19 Maret 2009

SEPULUH KEBIASAAN JELEK ORANG BERPACARAN

Kenapa koq disebut kebiasaan jelek orang berpacaran sih? Emangnya ngak ada lagi kebiasaan baiknya ya? Ada sih, Cuma yang ini special kita soroti yang jelek. Mestinya lebih dari 10, namun karena waktu dan ukuran buku, maka hanya 10 saja yang kita berikan :

1. Asal Serobot

Melihat teman-teman semua sudah punya pacar, mulailah seperti cacing kena abu, ngak bisa tenang, habis belum dapat. Apalagi umur tambah hari tambah tua, lalu mau gimana lagi. Nah yang cowok sih ngak gitu masalah, yang jadi soal sih yang cewek, kadang ortu itu kelihatannya ìjahatî gitu loh, ia mendesak terus anaknya supaya punya pacar; tetapi gimana sih belum ada yang naksir, kalau belum cocok sih lain cerita, artinya sudah banyak yang naksir namun memang belum ada yang dipilih, masalahnya koq sepi, diam seribu bahasa, di dunia kayaknya ngak ada cowok lagi. Atau sebaliknya, si orang tua dulu-dulunya yang ikutan suka milih, sehingga membuat si cowok satu persatu mundur, nah sekarang diajak maju lagi orang sudah pada malas. Itu sebabnya, sekarang , terserah deh, asal ada yang coba saja gitu , langsung mau, nah ini tentu namanya asal serobot, kebiasaan yang jelek sih, namun gimana lagi?

2. Suka tempat remang-remang

Pacaran sering diidentikkan dengan remang-remang, katanya aman dan romantis, padahal di tempat itu banyak nyamuk dan godaan. Tapi orang yang sudah asyik berpacaran, ia bakal tidak ingat pada gigitan nyamuk, padahal kalau waktu hendak tidur, ada seekor nyamuk saja, jengkelnya bukan main. Dan herannya tempat remang-remang itu biasanya sepi dan bagi orang yang pacaran di sanalah tempat yang paling baik, tidak ada gangguan. Tetapi hati-hati loh ya, manusia sih ngak ganggu, tetapi ada setannya, tau sendirilah. Yang pasti saking pengin ke tempat sepi, kadang ada yang milih ke kuburan, nah waktu itu hati-hati deh dengan yang namanya kunang-kunang, ngak ada apa-apa sih, cuma ya, kadang membuat anda merinding juga. Contoh konkretnya banyak pasangan pacaran yang meninggal di tepi pantai Ancol dalam posisi berpacaran. Semua ini karena maunya tempat sepi, menyendiri, akhirnyaÖ. Bukan nakut-nakuti loh ya?

3. Nempel seperti Perangko

Kebiasaan jelek orang pacaran juga adalah mereka selalu bersama, nempel seperti perangko. Beda sekali dengan waktu belum berpacaran, kali ini seakan-akan untuk menunjukkan kesetiaannya, maka mereka tidak boleh dipisahkan. Bahkan hanya gara-gara salah satunya tidak bersedia mengikuti suatu kegiatan, maka secara otomatis kedua-duanya tidak ikut. Aktifitas dan keaktifan mereka di dalam suatu lembaga atau juga gereja menjadi berkurang, akibatnya mereka hanya terlihat eksklusif menyendiri berdua. Sebenarnya tidak baik pacaran model demikian, mestinya adalah mereka yang berpacaran juga berbaur diri dengan teman-teman lainnya, tidak menyendiri begitu. Ini sekadar nasihat loh ya, tapi percayalah ngak rugi deh kalau diikuti.

4. Suka pegang-pegangan

Sentuhan/pegangan juga merupakan isyarat cinta, pegang-pegangan sih ngak masalah, misalnya untuk membantu pasangan kita menyeberang jalan atau tatkala berjalan berduaan, artinya yang dipegang adalah tangannya. Masalahnya adalah kalau terjadi gerak-gerik pegang-sana-sini, anda tahulah sendiri apa yang dimaksud. Hal negatif bakal muncul, karena kesensitifan wilayah tubuh tertentu yang bakal membawa ransangan terhadap seseorang sehingga ia gagal mempertahankan diri terhadap kesucian di masa pacarannya.

5. Cemburu buta

Seseorang itu kalau masih ada rasa cemburu, membuktikan bahwa ia masih cinta; sebab bila ia tidak mencintai peduli amat ama orang itu. Namun kalau cemburunya kelewatan itu yang menjadi malapetaka. Pacaran menjadi beban, tidak ada suka-citanya. Mengapa dikatakan demikian? Karena kehidupan dan gerak gerik anda dipantau terus dan dicurigai, ngobrol pada lawan jenis salah, terima telponnya juga salah, diantar pulang oleh teman juga ngak boleh, apa lagi dilirik oleh lawan jenis. Wah, tentu sangat menderita pacaran yang cemburu buta begini, belum menikah saja sudah menderita, apalagi ntar menikah, bakal menderita seumur hidup. Kesimpulannya, bebaskan diri anda dari penderitaan ini!

6. Sering pulang malem

Heran sekali, orang yang sedang pacaran itu tidak kenal waktu. Sewaktu dibangku kuliah ataupun di dalam situasi kerja, orang merasa bahwa hari-harinya sangat sulit dilalui, namun pada waktu sedang pacaran, waktu yang dilalui tanpa disadarinya. Itu sebabnya malam minggu , yang dikatakan malam panjangpun itu bakal terasa pendek sekali. Tidak jarang terjadi kalau mengajak nonton sang pacar, pulangnya pada telat bahkan hingga tengah malam. Setelahitu baru minta maafi pada orang tua sang pacar. Lumayan kalau di maafkan, kalau didamprat ,atau dijitakin, tentu mulai timbul masalah.

7. Suka bertengkar

Orang juga merasa heran terhadap mereka yang sedang di mabuk asmara, seperti kita ketahui kadang tersenyum manis, tetapi kadang juga menangis. Mengapa? Karena biasanya mereka yang bercinta itu sangat sensitif, halus seperti benang sutra, jadi harus benar-benar saling percaya satu dengan yang lain (trust each other), kalau tidak maka bisa pusing kepala. Bertengkar sebenarnya normal, namun kalau saban hari bertengkar, maka perlu dipertanyakan? Jangan-jangan pilihan anda keliru. Pekerjaan anda akan kacau, tidak konsentrasi, hanya mengurus perdamaian akibat pertengkaran itu. Sangat memusingkan.

8. Masih lirik orang lain

Orang yang berpacaran juga banyak menghadapi godaan, apalagi mereka yang pacarannya long distance atau jarak jauh. Kadang komunikasinya ngak lancar, apalagi adanya perbedaan waktu. Itu sebabnya kalau mereka yang pacarannya long distance, apabila tidak tahan melawan godaan maka mereka bakal buyar di tengah jalan. Mengapa? Sebab diwaktu kesendirian, ada lirikan sana-sini.. Apabila tidak hati-hati maka sang pacar segera diserobot orang lain. Alhasil gigit jari. Kalau pepatah Tiongkok bilangnya Pelihara Ayam, menjadi Burung, ia terbang menuju ke pangkuan orang lain.

9. Berfoya foya

Gengsi merupakan kelemahan yang sering terjadi pada masa pacaran. Apalagi pada saat-saat perjuangan untuk menarik perhatian sang pacar. Banyak sekali yang rela dikorbankan demi mendapatkannya. Oleh sebab itu, berapapun biaya yang diperlukan, baik makan-makan di restoran, tamasya, hadiah, atau menonton film yang mahal tidak menjadi soal. Padahal sebelumnya orang tersebut terkenal pelit sekali, tetapi berhadapan dengan sang pacar dan keluarganya ia menjadi Knock Out (KO), berubah menjadi sangat royal. Ntar yang terjadi, rekening kredit card menjadi membengkak, atau dompet seperti bolong.

10. Lupa diri

Pada waktu berpacaran seseorang dapat lupa diri, dunia dipikir hanya milik berdua sehingga tidak mau perduli dengan keadaan sekitar, yang penting mereka menikmati kesenangan. Yang sangat parah adalah apabila yang lagi pacaran itu tidak menyadari bahwa mereka sedang pacaran, mereka berpikir bahwa mereka telah menikah. Lupa diri, mengerikan sih!! Hati-hati loh ya, anda ngak lupa diri kan???

sumber : Buku 'cinta itu asyik namun jangan asyik bercinta'

Sabtu, 14 Maret 2009

BAGAIMANA PACARAN YANG WAJAR?

Pacaran itu pasti akan timbul hal-hal yang baik maupun tidak, artinya kalau pacaran itu dijalankan sesuai dengan aturannya, kemudian tidak macam - macam yang artinya tidak melanggar jalur yang ditetapkan Tuhan, maka sebagian besar akan menjalankannya dengan penuh kebahagiaan. Namun sebaliknya, apabila pacaran itu dijalankan dengan semau gue, kemudian tidak takut pada Tuhan, maka jangan harap berkibat baik.

Di dunia bebas apalagi di Negara kita yang sudah 60 tahun merdeka, Anda bebas berpacaran, tetapi bebas dalam pengertian bukan sembarangan. Tetap saja ada batas-batasnya, ada batas etika, moral, sopan santun. Kalau anda berani melanggarnya, maka resiko akan ditanggung sendiri.

Lalu sekarang apa yang dimaksud dengan berpacaran yang wajar?

1. Pacar itu jumlahnya Satu

Yang wajar tentunya seseorang itu berpacaran dengan satu orang, jadi tidak ada istilah ban serep. Pacaran akan menjadi tidak wajar bila sang cowok atau cewek mempunyai niat dalam waktu bersamaan berpacaran lebih dari satu orang. Teman, sahabat biasa saja boleh lebih dari satu dan sebanyak-banyaknya, namun yang dipilih menjadi pacar harus satu; kecuali kalau memang tidak cocok, maka kemudian berpisah dan cari pacar yang lain lagi.

2. Tidak Mengikat

Pacaran berbeda dengan menikah, jadi sifatnya masih belum mengikat, jadi sangat wajar kalau mereka yang sedang pacaran kalau masih memiliki banyak teman, masalahnya memang tidak mengikat. Kalau seandainya masih pacaran saja sudah terikat seperti terpenjaraî, tidak dapat dibayangkan seandainya sudah menikah.

Kira-kira belasan tahun lalu ketika saya masih menjadi guru, ada seorang rekan kerja saya yang wanita, pacarnya itu pencemburu sekali. Pernah terjadi karena pacarnya tidak dapat menjemputnya hari itu, lalu ada seorang rekan lain guru Fisika mengantarnya ke stasiun bis, maka keesokan harinya timbul masalah. Cowoknya itu datang mencarinya, dan timbul perkelahian, sungguh memalukan.

3. Dewasa

Dalam hal berpacaran juga diperlukan kedewasaan, di depan kita sudah sebutkan bahwa pacaran yang hanya hura-hura, makan-makan, jalan-jalan, nampaknya hanya menghambur hamburkan uang dan waktu. Tidak ada waktu untuk saling mengenal satu dengan yang lain. Setiap orang itu unik, latar belakang berbeda, sifat dan cara didik dari orang tua juga berbeda. Semua perbedaan ini akan coba dipersatukan dalam jangka waktu yang tidak diketahui namun singkat. Ada orang yang hanya pacaran setengah tahun sudah menikah, ada yang lebih dari itu. Diperkirakan tidak cukup waktu untuk mengenal lebih dalam, oleh sebab itu pacaran merupakan kesempatan yang ada untuk kedewasaan kita mengenal satu dengan lainnya. Perbedaan pendapat dan konsep ada kemungkian terjadi, namaun merke yang dewasa memiki sikap hormat dan menghargai pendapat orang lain.

4. Seimbang

Seimbang di dalam arti yang luas, ekonomi, pendidikan, umur dan iman kepercayaannya. Terlalu banyak ditemuakn persoalan kalau merka yang berpacaran dan tidak memperhatikan keseimbangan ini. Memang tidak semua, tetapi umumnya, mereka yang dari keluarga kaya akan menganggap remeh yang miskin, mereka yang berpendidikan akan merasa lebih hebat. Demikian juga umur, memang cukup mengagetkan kalau kita melihat ternyata ada pasangan yang perbedaan umurnya menyolok. Beberapa pasangan menjalani hubungan dengan penuh kesetiaan, namun tidak jarang juga mereka menjalaninya dengan berbagai motivasi, ada yang karena melihat harta kekayaan sehingga si cewek bersedia menikah dengan yang beruban, walaupun yang ganteng dan muda banyak menanti.

5. Kasih

Saling mengasihi adalah kunci utama di dalam berpacaran yang wajar. Mengasih juga bukan di dalam pengertian merasa kasihan kepada pacar kita. Tetapi kasih yang muncul dari hati yang terdalam, yang dimulai dengan pandangan pertama, kemudian diteruskan dengan saling mengenal satu dengan yang lain. Pacaran yang wajar seharusnya terjlain saling kasih mengasihi, sebab ini merupakan fondasi pentingnya. Tanpa cinta kasih namanya bukan pacaran, itu hanya teman atau sahabat karib.

6. Sabar & Menguasai diri

Cinta kasih itu menghasilkan kesabaran, dan pacaran yang wajar juga perlu kesabaran, tidak boleh mendahului apabila belum saatnya. Mereka yang berpacaran mesti menahan diri, tidak boleh melanggar wilayah dan batas etika serta moral, terutama di dalam keeratan hubungan. Berpacaran bukan patokan mati untuk menikah, itu sebabnya kalau suatu saat memang tidak cocok, maka tatkala kedua insan itu mengambil keputusan untuk pisah, maka perpisahannya juga merupakan perpisahan yang baik-baik, artinya mereka bukan menjadi musuh, tetapi terjadi perubahan dari teman istimewa menjadi teman biasa.

Sekarang saya ingin bertanya pada anda yang lagi berpacaran? Apakah pacaran anda pada posisi yang wajar? Atau sudah tidak wajar sehingga melewati batas ñbatas terlarang. Pacaran yang tidak wajar akan merugikan kedua belah pihak baik cowok maupun cewek, sebab kesannya mereka tidak menghargai satu dengan yang lain. Kembalilah ke batas yang wajar!!


sumber : buku 'Cinta Itu Asyik Namum Jangan Asyik Bercinta'

Tentang Cinta







Prinsip – prinsip cinta :
  1. Dalam kehidupan tidak ada sesuatu yang dinamakan cinta dari satu arah. Cinta berasal dari dua arah yang menuntut dua jenis manusia menemukan maknanya dan memberikan jiwanya. Karenanya, kita perlu sepakat bahwa kobaran rasa cinta tidak mungkin sempurna hanya lantaran ungkapan cinta dari bibir dua jenis manusia, tanpa ada perhitungan – perhitungan sebelumnya atau kemaslahatan bersama. Dalam cinta segala sesuatu adalah kehangatan, kebersahajaan, dan dinamika.
  2. Cinta tidak membenarkan tindakan yang memposisikan orang yang anda cintai “dibawah pengawasan!”. Kita mencintai orang lain hanya separuh hati, sedangkan separuh lagi masih membuka kehadiran cinta yang lain. Jika demikian, cinta bisa saja hancur dan mati, atau berpindah ke lain hati. Cinta adalah suatu kondisis dimana kedua belah pihak saling mempercayai dan tulus kepada pasangannya. Cinta cukup terwakili ketika seorang kekasih bertanya pada dirinya mengenai alasan mengapa ia mencintai kekasih hatinya. “Mengapa kamu mencintainya?” Ia menjawab, “Entahlah, aku mencintainya seperti apa adanya dia, mencintainya dan hanya itu!”. Salah satu keistimewaan cinta adalah ia bagaikan penyihir yang merekonstruksi kepribadian tokohnya untuk menjadi sebaik mungkin. Sedangkan hal terindah dalam cinta adalah mendekatkan seseorang pada kemudahan untuk memilih siapa pun yang memiliki sesuatu yang sangat indah. Selain itu, tidak dan bukan dinamakan cinta.
  3. Cinta tidak bertumpu pada sebuah muara keterpaksaan, ia seperti sesuatu yang mampu mencairkan kebekuan tanpa tanpa menorehkan luka. Cinta ideal memiliki setengah kenangan yang lemah di hadapan kelenturan hati. Cinta ideal kadang mudah melupakan kesalahan ketika terjadi kecerobohan di antara dua kekasih, namun kemudahan itu justru menjadi suatu kesalahan besar jika terus terjadi kebocoran yang selalu diabaikan.
  4. Dalam cinta, anda selamanya berada di atas cinta. Anda mencintai semua kisah cinta yang ada di hadapan anda, meskipun anda tidak menjadi actor dalam kisah cinta itu, anda berusaha meraba hati anda, dan merasa bahagia dengan perasaan dan cinta orang lain. Hati yang mencintai tidak mengenal kebencian, tak mengenal iri, dengki, dan kecemburuan. Anda mencintai, maka anda bagaikan malaikat dari langit yang hidup da bumi Tuhan.
  5. Pengorbanan yang sangat besar adalah karakter cinta yang besar, yang tidak lebih besar dari kisah cinta seorang Ibu terhadap anaknya, dan pula tidak lebih besar dari segala sesuatu yang diberikan seorang Ibu kepada anaknya. Gambaran cinta yang paling mulia adalah seperti seorang wanita yang berperan sebagai seorang Ibu yang harus memilih antara mati demi kehidupan anaknya atau memilih hidup atnpa anaknya. Dapat dipastikan, seorang Ibu akan memilih mengorbankan sesuatu yang paling berharga yang ia miliki demi anaknya.
  6. Dalam prinsip cinta, anda tidak boleh membenci sedetik pun dari kebersamaan anda dengan kekasih hati anda setiap harinya. Walaupun cinta telah berlalu dan telah menjadi sepenggal kenangan masa lalu, anda harus terus merasa bahagia bahwa anda pernah mencintai seseorang, sebab darinya anda pernah mencuri waktu terindah di sepanjang hidup anda. Maka seharusnya, ketika semua harus berakhir tanpa sebab dan ketika kondisi memaksa anda berpisah dengan kekasih hati anda, anda tidak perlu membenci orang yang anda cintai dan sekaligus menyiksa bagian diri anda yang hancur bersama cinta. Mengapa anda membakar bagian terpenting yang karenanya anda mampu menghadapi tantangan hidup. Biarkanlah semua seperti dulu, hadirkan sisi terdalam anda, agar anda menemukan cinta sejati anda yang baru, karena sesungguhnya tanah yang subur dan menghasilkan pasti didahului dengan musim-musim semi. Tetapkan hati anda untuk selalu mencintai musim-musim semi yang telah berlalu agar musim semi terus terjadi sepanjang musim.
  7. Anda harus menghargai pasangan anda. Kenangan tak selamanya akan kembali menjadi kenyataan, sekalipun kita berusaha mewujudkannya. Membunuh kenangan merupakan wujud kezaliman, sedangkan ketakutan terhadap kenangan adalah sebuah kelemahan. Siapa yang anda cintai? Anda dan orang yang anda cintai saat ini cukup kuat untuk membangun masa depan yang indah. Mengusik masa lalu anda bersamanya sama saja anda membakar prinsip cinta. Apakah anda percaya jika seseorang tiba-tiba mengatakan kepada anda, “Sesungguhnya dia sama sekali tak mencintai hati anda?” Mengapa anda harus percaya? Mengapa anda membiarkan orang lain memiliki kesempatan untuk menipu anda? Semua cinta yang bergelora adalah cinta pertama dalam kehidupan dua jenis manusia.
sumber : buku ' Kitab Cinta '